Selasa, 27 November 2012

Depedency dan Normalisasi


Pada pertemuan perkuliahan Sistem Basis Data kali ini, saya akan sedikit mengulas tentang materi yang telah diberikan dosen pengampu mengenai Depadency dan Normalisasi,, Silakan disimak ringkasan materi dibawah ini…

Functional Depedency
Functional Depedency (ketergantungan fungsional) yaitu menggambarkan hubungan, batasan, keterkaitan antaea atribut2 dalam relasi. Suatu atribut dikatakan functional dependency pada yang lain jika kita menggunakan harga tersebut untuk menentukan harga atribut lain. Functional Depedency dapat digambarkan dengan tanda panah.
Notasi dari FD yaitu: A –> B, maksudnya yaitu atribut B tergantung pada atribut A.
contoh : KodeMK –> NamaMK (artinya atribut NamaMK tergantung pada atribut KodeMK)
Macam-macam Depedency
            1.      Full Depedency
            Merupakan suatu ketergantungan dimana terdapat atribut A dan atribut B dalam satu relasi artinya B
            memiliki ketergantungan fungsional secara penuh pada A. B bukan memiliki dependency  terhadap  
            subset A.

Contoh : NIM –> Nilai (artinya yaitu Nilai tergantung pada atribut NIM)
dari contoh di atas Dapat disimpulkan bahwa 1 atribut menetukan pada 1 atribut
2.      Partially Depedency
Merupakan ketergantungan fungsional, dimana beberapa atribut dapat dihilangkan dari A dengan ketergantungan tetap diperahankan yaitu B memiliki depedensi terhadap subset A.
Contoh: NIM, nama –> idRuang (artinya idRuang tergantung pada NIM dan nama)
sehingga apabila nama dihilangkan, NIM masih terdapat ketergantungan dengan idRuang.
3.      Transitive Depedency
Merupakan tipe functional dependency yitu kondisi dimana A, B,C adalah atrubut sebuah relasi dimana A->B dan B->C, maka C dikatakan sebagai transitive dependency terhadap A melalui B.
Contoh:
Id_Pelanggan –> {Nama, Salesman, Area}
Salesman –> Area

Normalisasi
Merupakan proses untuk mendapatkan struktul table atau relasi yang efisien dan bebas dari anomaly sehingga sebagian ambiguitas dalam struktur data yang bisa dihilangkan.
Alasan melakukan normalisasi
-       Optimalisasi sruktur2 tabel
-       Mningkatkan kecepatan
-       Menghilangkan pemasukan data yang sama
-       Lebih efisien dalam penggunaan media penyinpanan
-       Mengurangi redundansi
-       Menghindari anomaly
-       Integritas data yang ditingkatkan.

Bentuk normalisasi yang bisa digunakan
-       First normal form (1NF)
-       Second normal form (2NF)
-       Third normal form (3NF)
-       Boyce-codd normal form (BCNF)
-       Four normal form (4NF)
-       Five normal form (5NF)

1.      1NF (Benuk Normal Pertama)
Merupakan suatu keadaan yang membuat setiap perpotongan baris dan kolom dalam relasi hanya berisi satu nilai.

Tidak diperbolehkan adanya :
-       Atribut yang bernilai banyak(Multivalue Attribut)
-       Attribut komposit atau kombinas keduanya.

2.      2NF (Bentuk Normal Kedua)
Merupakan sebuah relasi dalam 1NF dan setiap atribut non-primary-key bersifat fully functionally dependent pada primary key.

3.      3NF (Bentuk Normal Ketiga)
Bentuk normal ketiga terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF dan tidak atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap attribut non primary key yang lainnya (ketergantungan transitif).

Mungkin hanya tiga bentuk normalisasi yang dapat saya jelaskan. Unuk yang selanjutnya tunggu saja pada postingan yang selanjutnya.

Mungkin itulah sedikit ilmu yang dapat saya berikan, untuk yang lebih luasnya silakkan sering-sering datang mengunjungi b log ini untuk mendapatkan materi tentang perkuliahan Sistem Basis Data. Sekian dan terima kasih…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar